Jakarta, 26 Mei 2026 – Penyanyi dangdut muda Tasya DA7 menyebut ajang D’Academy di Indosiar bukan sekadar kompetisi mencari bakat, tetapi juga menjadi “sekolah kehidupan” yang membentuk mental, karakter, dan perjalanan karier para peserta. Pernyataan tersebut disampaikan Tasya saat menceritakan pengalamannya mengikuti kompetisi dangdut populer yang telah melahirkan banyak penyanyi muda berbakat di Indonesia. Menurutnya, pengalaman berada di panggung kompetisi nasional mengajarkan banyak hal yang tidak hanya berkaitan dengan teknik bernyanyi, tetapi juga disiplin, kerja keras, hingga cara menghadapi tekanan publik. Tasya mengaku banyak belajar tentang kehidupan selama mengikuti proses panjang di ajang tersebut. Pengalaman itu disebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya di industri hiburan saat ini.
Tasya menjelaskan bahwa selama berada di D’Academy, para peserta dituntut untuk terus berkembang setiap minggu di bawah tekanan kompetisi yang ketat. Selain latihan vokal, peserta juga belajar membangun rasa percaya diri, kemampuan tampil di depan kamera, hingga menghadapi komentar dari juri dan masyarakat. Situasi tersebut menurutnya membentuk mental yang lebih kuat karena para peserta harus siap menerima kritik sekaligus terus memperbaiki diri. Tidak sedikit peserta yang datang dari daerah dengan pengalaman terbatas di dunia hiburan, sehingga proses adaptasi menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, Tasya menilai D’Academy memberikan pengalaman hidup yang sangat berharga bagi para peserta muda.
Ajang pencarian bakat seperti D’Academy memang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan industri musik dangdut Indonesia. Program tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi wadah lahirnya generasi baru penyanyi dangdut dari berbagai daerah di Indonesia. Banyak alumni kompetisi kemudian berhasil membangun karier profesional di industri musik dan televisi nasional. Selain kemampuan bernyanyi, peserta juga mendapatkan pengalaman menghadapi dunia hiburan yang kompetitif dan penuh tekanan. Dalam beberapa tahun terakhir, ajang semacam ini bahkan dianggap menjadi jalur penting bagi talenta muda untuk masuk ke industri musik arus utama.
Pengamat hiburan menilai kompetisi musik televisi memiliki peran besar dalam membentuk karakter artis muda karena peserta harus belajar menghadapi sorotan publik sejak usia dini. Tekanan kompetisi yang tinggi memang tidak mudah, namun di sisi lain dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif apabila dijalani dengan pendampingan yang tepat. Mereka juga melihat keberhasilan banyak alumni D’Academy menunjukkan bahwa pengalaman di ajang tersebut tidak berhenti saat kompetisi selesai, tetapi menjadi bekal penting dalam membangun karier jangka panjang. Selain kemampuan teknis, mentalitas profesional dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan di industri hiburan modern. Karena itu, pengalaman yang disebut Tasya sebagai “sekolah kehidupan” dinilai cukup relevan dengan realitas dunia hiburan saat ini.
Tasya berharap pengalaman yang ia bagikan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda yang ingin mengejar mimpi di dunia musik dan hiburan. Ia menilai setiap proses, tantangan, dan tekanan yang dihadapi selama kompetisi justru membantu dirinya berkembang menjadi pribadi yang lebih kuat dan matang. Perjalanan dari panggung kompetisi menuju dunia profesional memang tidak mudah, namun pengalaman tersebut dianggap sangat berharga untuk membentuk karakter dan kedisiplinan. Hingga kini, D’Academy masih menjadi salah satu ajang pencarian bakat dangdut paling populer di Indonesia dengan basis penonton yang besar. Kehadirannya terus membuka peluang bagi talenta muda dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan mereka di panggung nasional.





