Jakarta, 23 September 2026 – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional atau Gekrafs memperluas jejaring internasional dengan hadir di Uni Emirat Arab sebagai bagian dari upaya membuka peluang baru bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia. Dubai dipandang memiliki posisi strategis untuk dikembangkan sebagai hub kolaborasi yang menghubungkan talenta, pengusaha, investor, dan berbagai pemangku kepentingan industri kreatif. Kehadiran tersebut diharapkan memperbesar akses produk dan karya kreatif Indonesia ke pasar internasional. Selain perdagangan, kolaborasi juga diarahkan pada pertukaran pengetahuan, pengembangan jaringan bisnis, dan pembukaan peluang investasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku ekonomi kreatif Indonesia semakin aktif memasuki ekosistem global.
Dubai memiliki karakter sebagai pusat perdagangan dan bisnis internasional yang mempertemukan pelaku usaha dari berbagai negara. Posisi geografisnya juga memberikan akses terhadap pasar Timur Tengah sekaligus menjadi penghubung menuju kawasan lain. Kondisi tersebut dinilai dapat dimanfaatkan oleh pelaku ekonomi kreatif Indonesia untuk memperkenalkan produk, layanan, maupun kekayaan intelektual kepada jaringan konsumen yang lebih luas. Kehadiran Gekrafs di UEA diharapkan membantu membangun koneksi yang diperlukan sebelum pelaku usaha memasuki pasar tersebut. Kolaborasi yang terstruktur juga dapat mempermudah proses mempertemukan kebutuhan pasar dengan potensi industri kreatif Indonesia.
Sektor yang dapat dikembangkan melalui jejaring tersebut mencakup berbagai bidang ekonomi kreatif, mulai dari fesyen, kuliner, musik, film, desain, teknologi digital hingga produk berbasis kekayaan intelektual. Setiap subsektor memiliki peluang berbeda sehingga strategi memasuki pasar internasional perlu disesuaikan dengan karakter produk dan konsumennya. Pelaku usaha juga perlu memahami standar, regulasi, kebiasaan bisnis, dan preferensi masyarakat di negara tujuan. Gekrafs dapat mengambil peran sebagai penghubung untuk memperluas komunikasi antara komunitas kreatif Indonesia dengan mitra potensial di UEA. Dengan pendekatan tersebut, ekspansi tidak hanya berorientasi pada penjualan jangka pendek, tetapi juga pembangunan jaringan bisnis berkelanjutan.
Pengembangan Dubai sebagai hub kolaborasi juga dapat membuka peluang pertemuan antara pelaku kreatif Indonesia dan investor internasional. Akses terhadap pembiayaan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi bisnis kreatif yang ingin meningkatkan kapasitas produksi maupun memperluas pasar. Selain modal, pelaku industri membutuhkan mitra yang memiliki pengalaman mengenai distribusi, pemasaran, teknologi, dan pengembangan merek di tingkat global. Pertemuan dengan ekosistem bisnis internasional dapat membantu mempercepat proses tersebut apabila dilakukan dengan persiapan yang matang. Pelaku ekonomi kreatif Indonesia juga memiliki kesempatan mempelajari praktik bisnis yang dapat diterapkan untuk meningkatkan daya saing.
Selain kepentingan komersial, jejaring di UEA dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan identitas dan budaya Indonesia melalui industri kreatif. Produk fesyen, kuliner, seni, desain, serta karya audiovisual dapat menjadi medium untuk memperluas pengenalan masyarakat internasional terhadap Indonesia. Nilai budaya yang dikemas melalui pendekatan modern berpotensi menciptakan diferensiasi ketika bersaing di pasar global. Namun, kualitas produk, konsistensi pasokan, perlindungan kekayaan intelektual, dan strategi pemasaran tetap perlu diperhatikan. Kombinasi antara kreativitas dan pengelolaan bisnis yang profesional menjadi faktor penting agar peluang internasional dapat berkembang menjadi kerja sama jangka panjang.
Keberadaan jaringan Gekrafs di UEA juga diharapkan mempermudah pertukaran informasi mengenai peluang bisnis yang tersedia di kawasan Timur Tengah. Pelaku ekonomi kreatif membutuhkan informasi yang akurat mengenai karakter konsumen, mitra lokal, kegiatan promosi, serta mekanisme memasuki pasar. Informasi tersebut dapat membantu usaha kreatif menentukan produk yang paling sesuai untuk diperkenalkan sekaligus mengurangi risiko ekspansi. Kolaborasi dengan komunitas bisnis dan institusi lokal juga dapat membuka kesempatan penyelenggaraan pameran, forum bisnis, maupun kegiatan kreatif bersama. Dubai dengan aktivitas bisnis internasionalnya dapat menjadi titik awal untuk membangun jaringan yang kemudian diperluas ke negara lain di kawasan.
Langkah Gekrafs memperkuat kehadiran di Uni Emirat Arab pada akhirnya diarahkan untuk menciptakan jalur kolaborasi yang lebih luas bagi ekosistem ekonomi kreatif Indonesia. Dubai diharapkan tidak sekadar menjadi lokasi promosi produk, tetapi berkembang sebagai pusat pertemuan antara kreativitas, investasi, teknologi, dan jaringan bisnis internasional. Keberhasilan inisiatif tersebut akan bergantung pada kesinambungan program serta kemampuan menghadirkan kerja sama konkret bagi pelaku industri. Penguatan kualitas produk dan kesiapan menghadapi standar global juga tetap menjadi pekerjaan penting bagi pelaku ekonomi kreatif nasional. Dengan jejaring internasional yang semakin luas, industri kreatif Indonesia memiliki ruang lebih besar untuk membangun kemitraan dan memperluas jangkauannya di pasar global.





