FIFA resmi menunjuk Lionel Messi sebagai Global Football Ambassador dalam upaya memperluas program pengembangan sepakbola anak muda di seluruh dunia. Penunjukan ini diumumkan langsung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam acara gala di Zurich, Swiss, dan disambut tepuk tangan meriah para undangan.
Messi, yang kini bermain untuk Inter Miami, dianggap sebagai sosok ideal berkat rekam jejak karier luar biasa serta pengaruh besarnya di dalam maupun luar lapangan. Dengan 8 Ballon d’Or, 4 Liga Champions, dan trofi Piala Dunia 2022 bersama Argentina, Messi dipandang sebagai ikon universal yang bisa menginspirasi jutaan anak muda di berbagai belahan dunia.
Dalam pidatonya, Messi menyampaikan rasa bangga sekaligus tanggung jawab besar. “Sepakbola telah memberi saya segalanya dalam hidup. Kini saatnya saya membalas dengan membantu generasi baru. Saya ingin setiap anak, di mana pun mereka berada, punya kesempatan yang sama untuk bermain dan bermimpi,” ujarnya.
Program yang dipimpin Messi akan berfokus pada pembangunan infrastruktur sepakbola di negara berkembang, pelatihan pelatih usia dini, serta penyediaan beasiswa untuk talenta muda agar bisa mengakses akademi-akademi besar. Proyek pertama akan dimulai di Afrika dan Asia Tenggara, lalu diperluas ke Amerika Latin dan Eropa Timur.
Fans di seluruh dunia menyambut kabar ini dengan penuh antusiasme. Media sosial dipenuhi ucapan selamat dan harapan agar Messi bisa memberi dampak besar di luar karier bermainnya. Banyak yang menyebut bahwa gelar “Duta Sepakbola Dunia” adalah bentuk penghargaan tertinggi bagi warisan yang telah ia tinggalkan.
Analis sepakbola menilai penunjukan Messi ini adalah langkah strategis FIFA. Kehadirannya dipercaya bisa meningkatkan partisipasi anak muda dalam sepakbola, sekaligus memperbaiki citra FIFA yang selama ini kerap mendapat kritik.
Meski begitu, tantangan besar tetap ada. Pembangunan infrastruktur membutuhkan dana dan komitmen besar, sementara memastikan program berjalan merata di berbagai negara tidaklah mudah. Namun, dengan nama besar Messi, banyak pihak yakin dukungan sponsor dan organisasi lokal akan lebih mudah didapat.
Kini, dunia menanti kiprah baru Lionel Messi di luar lapangan. Apakah ia akan sukses membawa sepakbola semakin inklusif bagi generasi muda, ataukah perannya sebagai duta hanya akan sebatas simbolis?