Laporan tahunan Global Tech Readiness Index (GTRI) 2025 mengungkap daftar negara yang dinilai paling siap menghadapi percepatan perubahan teknologi global. Penilaian ini mencakup infrastruktur digital, kualitas sumber daya manusia, dukungan regulasi, dan kemampuan inovasi nasional.
Peringkat 10 Negara Teratas GTRI 2025
-
Singapura – Infrastruktur 5G menyeluruh, ekosistem startup yang kuat, dan kebijakan pro-inovasi.
-
Korea Selatan – Pemimpin global di bidang semikonduktor, AI, dan pendidikan teknologi.
-
Finlandia – Fokus pada teknologi ramah lingkungan dan pendidikan STEM.
-
Amerika Serikat – Pusat inovasi global di AI, bioteknologi, dan ruang angkasa.
-
Jepang – Kuat di robotika dan teknologi transportasi masa depan.
-
Swedia – Inovator di energi terbarukan dan smart city.
-
Estonia – Pionir layanan publik digital dan keamanan siber.
-
Jerman – Pemimpin teknologi industri 4.0 dan rekayasa presisi.
-
Kanada – Basis riset AI terkemuka dengan dukungan regulasi yang progresif.
-
Uni Emirat Arab – Investasi besar di teknologi masa depan seperti kota pintar dan transportasi otonom.
Faktor Penentu Kesiapan Teknologi
-
Infrastruktur Digital – Kecepatan internet, jangkauan 5G, dan kualitas data center.
-
Sumber Daya Manusia – Pendidikan teknologi, riset, dan inovasi.
-
Regulasi & Kebijakan – Aturan yang mendorong eksperimen dan melindungi privasi.
-
Investasi R&D – Dukungan finansial bagi penelitian dan pengembangan teknologi baru.
Tantangan Global yang Harus Dihadapi
Meski masuk daftar negara teratas, masing-masing masih menghadapi tantangan seperti kesenjangan keterampilan digital, ancaman keamanan siber, dan adaptasi regulasi yang lambat terhadap teknologi baru.
Kesimpulan
Negara yang siap menghadapi perubahan teknologi global adalah mereka yang tidak hanya berinvestasi pada infrastruktur, tetapi juga memberdayakan talenta lokal, menciptakan regulasi yang adaptif, dan membangun ekosistem inovasi. Tahun 2030 diprediksi akan menjadi ajang adu cepat bagi negara-negara ini dalam memimpin era teknologi baru.