Jakarta, 12 Juni 2026 – Menteri Koperasi mengajak generasi muda, khususnya Generasi Z, untuk lebih mengenal peran dan manfaat koperasi melalui kegiatan GenCoopRun yang turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Kegiatan yang memadukan olahraga dan edukasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan citra koperasi yang lebih dekat dengan kalangan muda serta relevan dengan perkembangan zaman. Pemerintah menilai pendekatan yang kreatif menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap gerakan koperasi. Melalui kegiatan ini, koperasi diharapkan semakin dikenal sebagai wadah yang mendukung kolaborasi, kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koperasi menekankan bahwa koperasi memiliki peluang besar untuk berkembang seiring dengan meningkatnya kreativitas dan inovasi yang dimiliki generasi muda. Menurutnya, transformasi koperasi perlu terus dilakukan agar mampu menjawab tantangan ekonomi digital dan perubahan pola usaha masyarakat. Generasi Z dinilai memiliki potensi besar dalam menghadirkan berbagai inovasi yang dapat memperkuat daya saing koperasi di masa depan. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong keterlibatan anak muda dalam berbagai program pengembangan koperasi.
Kegiatan GenCoopRun dirancang tidak hanya sebagai ajang olahraga bersama, tetapi juga sebagai ruang interaksi antara pemerintah, pelaku koperasi, dan masyarakat. Melalui konsep yang lebih santai dan inklusif, peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal berbagai program koperasi serta peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha maupun meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengubah persepsi bahwa koperasi hanya identik dengan sistem konvensional. Sebaliknya, koperasi diposisikan sebagai lembaga ekonomi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat modern.
Pemerintah juga terus mendorong transformasi koperasi melalui pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola organisasi. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing koperasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai layanan ekonomi yang disediakan. Kolaborasi dengan komunitas, institusi pendidikan, dan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam mempercepat proses modernisasi koperasi di berbagai daerah. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem koperasi yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Sejumlah pengamat ekonomi menilai keterlibatan generasi muda dalam gerakan koperasi dapat memberikan energi baru bagi pengembangan sektor ekonomi berbasis kebersamaan. Inovasi digital, kemampuan adaptasi terhadap teknologi, serta semangat kolaboratif yang dimiliki Generasi Z dinilai dapat memperkuat peran koperasi dalam menghadapi dinamika ekonomi modern. Namun, keberhasilan transformasi tersebut tetap memerlukan dukungan kebijakan yang konsisten, pendampingan, dan peningkatan literasi mengenai prinsip-prinsip koperasi. Edukasi yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memperluas partisipasi generasi muda.
Selain memperkenalkan koperasi melalui kegiatan olahraga, pemerintah juga berkomitmen memperluas berbagai program edukasi dan pelatihan bagi generasi muda di bidang kewirausahaan, manajemen usaha, dan ekonomi digital. Berbagai inisiatif tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha muda yang memanfaatkan koperasi sebagai sarana pengembangan bisnis dan kolaborasi. Dengan dukungan berbagai pihak, koperasi diharapkan semakin mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi fondasinya.
Ajakan Menteri Koperasi kepada Generasi Z untuk mengenal koperasi melalui kegiatan GenCoopRun menunjukkan upaya pemerintah menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya kalangan muda. Melalui perpaduan antara olahraga, edukasi, dan inovasi, pemerintah berharap koperasi dapat semakin diminati sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi yang modern, inklusif, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat di masa depan.








