
Tottenham Hotspur membuka Premier League 2025/26 dengan kemenangan meyakinkan 3–0 atas Burnley di Tottenham Hotspur Stadium, Sabtu (16 Agustus 2025). Richarlison jadi bintang: mencetak brace termasuk volley gunting yang disebut kandidat gol awal musim; Brennan Johnson (66’) melengkapi pesta. Laporan Reuters, Sky Sports, ESPN, dan The Guardian mengonfirmasi skor, momen, serta konteks penting laga.
Jalannya Laga
-
1–0 (10’ Richarlison): Press tinggi Spurs memaksa kehilangan bola di area Burnley; Mohammed Kudus lepas di kanan dan mengirim umpan silang yang dituntaskan Richarlison. Reuters menulis gol pembuka lahir di menit ke-10 dari kombinasi berdampak Kudus → Richarlison.
-
2–0 (60’ Richarlison): Lagi-lagi Kudus mengiris dari kanan dan mengangkat bola; Richarlison menyambar dengan scissor kick akrobatik dari sekitar titik penalti—momen yang digarisbawahi Sky Sports sebagai “early goal-of-the-season contender”.
-
3–0 (66’ Brennan Johnson): Usai transisi yang dipicu Pape Matar Sarr, Johnson menyelesaikan dengan dingin melewati Martin Dubravka; Reuters/ESPN menandai jeda enam menit setelah gol kedua.
Momen Kunci & Catatan Unik
-
“Aturan 8 detik” kiper: Pada awal laga, Dubravka melanggar ketentuan baru maksimal 8 detik memegang bola; Spurs diberi sepak pojok—dicatat Guardian dan Reuters sebagai penerapan perdana regulasi ini di Premier League.
-
Dukungan publik untuk Mathys Tel: Penonton Spurs memberi aplaus saat Tel pemanasan, menyusul isu pelecehan rasial setelah Super Cup—detail yang juga terekam di laporan Reuters/ESPN.
-
Kapasitas & ofisial: 61.077 penonton; wasit Michael Oliver. (Lembar pertandingan ESPN).
Kenapa Spurs Menang? (Analisis Singkat)
-
Duo baru langsung klik — Kudus → Richarlison menghasilkan dua gol; kerja sama keduanya menonjol dalam pola overlap kanan + cutback/lofted cross.
-
Transisi & pressing — Gol pertama lahir dari recapture di sepertiga lawan; gol ketiga dari counter yang dimatangkan Sarr dan Johnson. (Reuters/ESPN).
-
Manajemen game-state — Seusai 2–0, Spurs tak mengendur; Frank memuji kualitas crossing yang “kami latih khusus”—dua gol memang datang dari servis sayap.
Sudut Burnley
Tim promosi asuhan Scott Parker sebenarnya menciptakan peluang pada akhir babak pertama dan awal babak kedua (salah satunya lewat Hannibal), namun kurang klinis. Parker menyebut “fine margins” dan ketidakrapian penguasaan sebagai sebab utama tumbang di London. (Sky/Reuters).
Intinya
Thomas Frank mendapat debut liga impian: struktur terlihat, Kudus dua asis, Richarlison tajam (termasuk gol akrobatik), dan Johnson menutup kemenangan. Spurs bukan sekadar efektif—mereka menunjukkan identitas yang bisa dibawa pekan-pekan berikut.