Jakarta, 23 Mei 2026 – Lagu “Gapapa” yang dibawakan Anisa Bahar kembali menjadi perbincangan publik setelah viral di berbagai platform media sosial dan ramai digunakan oleh sejumlah figur publik untuk konten video pendek. Popularitas lagu tersebut meningkat pesat setelah bagian refrain yang emosional banyak dipakai dalam konten bernuansa galau, sindiran hubungan, hingga parodi kehidupan sehari-hari. Beberapa nama publik figur seperti Dewi Perssik dan Lisa Mariana ikut membuat konten menggunakan lagu tersebut sehingga semakin memperluas perhatian publik terhadap karya dangdut itu. Pengamat musik populer menjelaskan bahwa tren lagu viral saat ini tidak lagi hanya ditentukan radio atau televisi, tetapi sangat dipengaruhi kekuatan media sosial dan kreativitas pengguna internet dalam membuat konten yang relatable dengan kehidupan sehari-hari.
Lagu “Gapapa” sendiri sebenarnya bukan karya baru sepenuhnya karena pernah direkam sebelumnya oleh Juwita Sanjaya beberapa tahun lalu sebelum kembali diperkenalkan dengan versi terbaru oleh Anisa Bahar. Lagu tersebut diciptakan oleh Eko Bahar dan mengangkat cerita tentang perempuan yang mengalami pengkhianatan dalam hubungan asmara, namun akhirnya memilih terlihat kuat meski menyimpan rasa sakit. Pengamat budaya dangdut menjelaskan bahwa tema patah hati dan ketegaran perempuan memang menjadi salah satu formula yang sangat dekat dengan karakter musik dangdut Indonesia. Karena itu, lagu seperti “Gapapa” mudah diterima masyarakat karena lirik dan emosinya terasa dekat dengan pengalaman banyak orang.
Viralnya lagu ini juga memperlihatkan bagaimana platform digital kini mampu menghidupkan kembali lagu lama atau karya yang sebelumnya kurang mendapat perhatian besar. Potongan lirik seperti “Aku dijauhin ya gapapa, aku dimusuhin ya gapapa” menjadi bagian paling sering digunakan dalam video TikTok dan Instagram karena dianggap cocok menggambarkan rasa kecewa, sindiran, maupun ekspresi pasrah yang dramatis. Pengamat media digital menilai kekuatan lagu viral saat ini terletak pada bagian tertentu yang mudah diingat dan dapat digunakan untuk berbagai jenis konten. Fenomena tersebut membuat banyak lagu dangdut kembali populer di generasi muda meski sebelumnya lebih dikenal di kalangan pendengar musik tradisional atau daerah tertentu.
Di sisi lain, kebangkitan lagu “Gapapa” juga menunjukkan bahwa musik dangdut masih memiliki posisi kuat dalam budaya populer Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, genre dangdut terus berkembang dengan memadukan unsur modern, remix digital, hingga gaya penyajian yang lebih dekat dengan tren media sosial. Pengamat industri musik menjelaskan bahwa dangdut kini semakin fleksibel dan mampu menjangkau audiens lebih luas karena mudah beradaptasi dengan perubahan tren hiburan digital. Banyak lagu dangdut yang akhirnya viral bukan hanya karena musiknya, tetapi juga karena lirik emosional yang mudah dijadikan ekspresi perasaan oleh pengguna media sosial.
Kembalinya popularitas “Gapapa” membuktikan bahwa lagu dengan cerita sederhana namun emosional tetap memiliki daya tarik besar di tengah cepatnya perubahan tren musik digital. Dukungan media sosial serta keterlibatan figur publik membuat lagu tersebut berkembang menjadi fenomena viral yang dikenal luas oleh berbagai kalangan. Pengamat musik menilai fenomena seperti ini akan terus terjadi di industri hiburan modern, di mana kekuatan konten digital mampu mengubah lagu menjadi bagian dari budaya populer dalam waktu singkat.





