Jakarta, 6 September 2026 – Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) resmi menetapkan 12 pemain yang akan memperkuat Timnas Basket Putra Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Komposisi final tersebut memadukan pemain berpengalaman dengan sejumlah nama muda yang diproyeksikan memberikan energi baru bagi skuad Merah Putih. Yudha Saputera dipercaya menjadi kapten tim, sementara Derrick Michael Xzavierro dipastikan bergabung setelah mendapatkan izin dari klubnya di Jepang, Saga Ballooners. Timnas juga diperkuat sejumlah pemain berpengalaman seperti Abraham Damar Grahita, Andakara Prastawa, Lester Prosper, dan Anthony Beane. Penetapan roster dilakukan setelah tim menjalani rangkaian pemusatan latihan dan evaluasi sejak kembali dari Pra Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029 di Malaysia. Indonesia akan menghadapi persaingan berat karena tergabung bersama Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi di Grup A.
Sebanyak 12 pemain yang dipilih adalah Derrick Michael Xzavierro, Abraham Damar Grahita, Ali Bagir, Andakara Prastawa, Yudha Saputera, Vincent Kosasih, Hendrick Yonga, Lester Prosper, Dame Diagne, Pandu Wiguna, Fhirdan Guntara, dan Anthony Beane. Dari komposisi tersebut, Yudha mendapatkan tanggung jawab tambahan sebagai kapten yang akan memimpin rekan-rekannya selama pertandingan. Sementara Fhirdan menjadi satu-satunya pemain dalam roster yang menjalani debut bersama Timnas Basket Putra Indonesia pada tahun ini. Perbasi sebelumnya memanggil lebih banyak pemain untuk mengikuti persiapan sebelum menentukan komposisi akhir. Reza Guntara, Kelvin Sanjaya, dan Antoni Erga menjadi tiga nama yang tidak masuk dalam skuad final setelah mengikuti proses persiapan. Keputusan tersebut diambil berdasarkan kebutuhan teknis dan komposisi yang dinilai paling sesuai menghadapi karakter lawan di Asian Games.
Timnas Basket Putra Indonesia akan dipimpin pelatih kepala David Singleton yang telah menangani skuad Merah Putih dalam rangkaian pertandingan sebelumnya. Singleton akan didampingi Andri Malay dan Ismael sebagai asisten pelatih selama perjalanan tim di Jepang. Persiapan menuju Asian Games dilakukan di ROAR Performance Center, Kemang, Jakarta Selatan, sejak 2 September 2026. Mayoritas pemain yang mengikuti latihan sebelumnya telah tampil dalam Pra Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029 di Seremban, Malaysia. Kehadiran beberapa pemain tambahan membuat staf pelatih harus menggunakan waktu persiapan yang relatif singkat untuk membangun kembali keselarasan permainan. Aspek komunikasi, rotasi, pertahanan, dan konsistensi eksekusi menjadi beberapa bagian penting yang perlu dimatangkan sebelum pertandingan pertama.
Derrick Michael menjadi salah satu nama yang mendapatkan perhatian dalam komposisi akhir Indonesia. Pemain yang mengembangkan kariernya melalui kompetisi perguruan tinggi NCAA Division I di Amerika Serikat tersebut kini memperkuat Saga Ballooners di kompetisi Jepang. Perbasi melakukan komunikasi dengan klub Derrick agar pemain tersebut dapat bergabung dengan Timnas Indonesia selama Asian Games. Upaya itu akhirnya memperoleh hasil setelah Saga Ballooners memberikan izin kepada Derrick untuk membela Merah Putih. Kehadirannya memberikan tambahan opsi di sektor frontcourt karena Derrick memiliki postur, atletisme, dan pengalaman menghadapi pemain dengan karakter berbeda. Pengalamannya bermain di luar negeri juga diharapkan membantu Indonesia menghadapi lawan-lawan dengan keunggulan ukuran tubuh dan intensitas permainan tinggi.
Situasi berbeda dialami Marques Bolden yang dipastikan tidak dapat memperkuat Indonesia pada Asian Games kali ini. Perbasi sebelumnya berkomunikasi dengan klub Bolden di Jepang, Levanga Hokkaido, untuk mendapatkan izin agar pemain naturalisasi tersebut dapat bergabung dengan tim nasional. Namun klub tidak memberikan izin karena jadwal Asian Games berdekatan dengan persiapan kompetisi Liga Jepang. Asian Games bukan bagian dari kalender kompetisi FIBA sehingga klub tidak mempunyai kewajiban untuk melepas pemainnya kepada tim nasional. Bolden sebenarnya masuk dalam daftar panjang pemain yang sebelumnya disiapkan Perbasi dan telah menyatakan kesiapan membela Indonesia. Absennya pemain bertubuh besar tersebut membuat staf pelatih harus menyesuaikan strategi dengan materi yang tersedia dalam roster final.
Perbasi sebelumnya juga sempat memberikan klarifikasi mengenai daftar 12 pemain yang beredar sebelum pengumuman resmi. Daftar tersebut berasal dari long list yang telah disampaikan kepada panitia Asian Games sekitar satu setengah bulan sebelumnya dan bukan komposisi final yang akan diberangkatkan. Dalam daftar awal itu terdapat sejumlah nama seperti Marques Bolden, Brandon Jawato, Rio Disi, dan Jordan Charles Williams. Perbasi kemudian melakukan proses evaluasi dan perubahan pemain dengan mempertimbangkan kondisi tim, ketersediaan atlet, serta kebutuhan teknis. Pergantian nama juga membutuhkan proses administrasi dengan penyelenggara Asian Games sehingga roster tidak dapat langsung diumumkan ketika keputusan teknis dibuat. Pengumuman terbaru sekaligus mengakhiri ketidakpastian mengenai pemain yang benar-benar akan membela Indonesia di Jepang.
Ketua Umum DPP Perbasi Budisatrio Djiwandono menilai kesempatan Indonesia tampil di Asian Games 2026 harus dimanfaatkan secara maksimal. Timnas putra sebelumnya belum masuk dalam daftar awal peserta, tetapi Indonesia kemudian mendapatkan kesempatan berkompetisi setelah terdapat slot yang terbuka. Kepastian tersebut membuat Perbasi bergerak mempersiapkan komposisi terbaik dalam waktu yang relatif terbatas. Budisatrio menilai perpaduan pemain yang telah memiliki pengalaman panjang dengan pemain muda menjadi modal penting menghadapi persaingan. Para pemain juga diminta tidak terbebani dengan proses masuknya Indonesia ke kompetisi yang terjadi mendekati pelaksanaan turnamen. Fokus utama diarahkan pada upaya memberikan performa terbaik dalam setiap pertandingan.
Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Todotua Pasaribu juga memberikan dukungan terhadap persiapan tim basket putra. Ia menilai kesempatan yang diperoleh pada fase akhir penentuan peserta harus dimanfaatkan dengan penuh keyakinan. Bahkan, tim basket putra dinilai mempunyai peluang untuk bersaing memperebutkan medali apabila mampu menampilkan kemampuan terbaiknya. Namun perjalanan menuju target tersebut tidak akan mudah karena Indonesia langsung berhadapan dengan kekuatan-kekuatan besar Asia pada fase grup. Jepang dan Korea Selatan memiliki tradisi serta kedalaman pemain yang kuat, sedangkan Arab Saudi juga menjadi lawan yang tidak dapat dipandang ringan. Kondisi tersebut membuat konsistensi permainan sejak pertandingan pertama menjadi sangat penting bagi peluang Indonesia melangkah lebih jauh.
Tim basket putra menjadi salah satu rombongan awal Kontingen Indonesia yang dijadwalkan bertolak menuju Jepang pada 7 September 2026. Pertandingan nomor 5-on-5 putra berlangsung lebih awal dibandingkan upacara pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya yang digelar pada 19 September. Indonesia akan memulai perjuangan menghadapi tuan rumah Jepang pada 10 September, kemudian bertemu Korea Selatan pada 11 September. Setelah mendapatkan satu hari tanpa pertandingan, Yudha Saputera dan rekan-rekannya akan menghadapi Arab Saudi pada 13 September. Jadwal yang cukup rapat membuat pengelolaan kondisi fisik pemain menjadi salah satu aspek penting. Staf pelatih perlu membagi menit bermain secara efektif agar intensitas permainan tetap terjaga sepanjang fase grup.
Perbasi berharap komposisi 12 pemain yang telah ditetapkan mampu memanfaatkan kesempatan tampil di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan maksimal. Kehadiran pemain berpengalaman seperti Prastawa, Abraham, Lester Prosper, dan Anthony Beane dipadukan dengan Derrick Michael serta sejumlah pemain lain yang tengah berkembang untuk membentuk tim yang kompetitif. Yudha Saputera sebagai kapten juga memiliki peran penting menjaga komunikasi dan kepercayaan diri skuad ketika menghadapi tekanan pertandingan. Waktu persiapan yang terbatas membuat Indonesia harus fokus pada efektivitas permainan dan kemampuan beradaptasi terhadap karakter setiap lawan. Persaingan di Grup A akan menjadi ujian awal untuk melihat sejauh mana kombinasi pemain yang dipilih mampu menjalankan strategi David Singleton. Timnas Basket Putra Indonesia kini memasuki tahap akhir persiapan sebelum berangkat ke Jepang membawa target memberikan penampilan terbaik bagi Merah Putih.






