Medan, 10 September 2026 – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima kunjungan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soongu di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Rabu (9/9). Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menjajaki penguatan kerja sama antara Kota Medan dan Korea Selatan dalam berbagai sektor yang dinilai mempunyai potensi untuk dikembangkan. Bidang yang dibahas meliputi perdagangan, budaya, kesehatan, ekonomi kreatif, pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia. Rico melihat hubungan dengan Korea Selatan dapat membuka peluang baru bagi produk lokal sekaligus menghadirkan pertukaran pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat Medan. Pemerintah kota ingin kerja sama internasional tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menghasilkan program konkret yang memberikan dampak ekonomi dan sosial.
Dalam pertemuan tersebut, Rico memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Medan, termasuk keberagaman etnis, budaya, serta kekayaan kuliner yang menjadi karakter kota. Dengan penduduk sekitar 2,5 juta jiwa, Medan dinilai mempunyai pasar yang besar sekaligus posisi strategis sebagai salah satu pusat ekonomi utama di wilayah barat Indonesia. Kondisi tersebut membuka peluang pengembangan hubungan perdagangan maupun investasi dengan berbagai mitra internasional. Rico berharap Korea Selatan dapat melihat Medan tidak hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai mitra dalam mengembangkan berbagai sektor potensial. Kolaborasi dapat diarahkan pada kegiatan yang memperkuat kapasitas masyarakat dan pelaku usaha lokal. Pemkot Medan juga menyatakan siap memfasilitasi berbagai peluang kerja sama yang dinilai memberikan manfaat bagi kedua pihak.
Salah satu komoditas yang ditawarkan untuk diperluas pasarnya adalah kopi khas Sumatra. Rico menyatakan Pemkot Medan siap membantu apabila terdapat peluang mendorong ekspor kopi menuju kota-kota di Korea Selatan. Kopi Sumatra selama ini dikenal sebagai salah satu produk unggulan yang mempunyai potensi untuk dikembangkan di pasar internasional. Medan dapat memainkan peran penting sebagai pusat perdagangan dan distribusi karena posisinya yang dekat dengan sejumlah daerah penghasil kopi di Sumatra Utara maupun wilayah sekitarnya. Pembukaan pasar baru di Korea Selatan diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai perdagangan, tetapi juga memberikan peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jaringan. Upaya tersebut dapat dikembangkan melalui promosi produk, pertemuan bisnis, hingga kerja sama antara pelaku usaha kedua negara.
Selain komoditas, industri kreatif Korea Selatan menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus dalam pertemuan itu. Rico menilai perkembangan perfilman, musik, dan seni pertunjukan Korea Selatan dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi muda dan pelaku industri kreatif di Medan. Ia berharap terbuka peluang pertukaran pengetahuan yang memungkinkan talenta lokal mempelajari proses produksi, pengelolaan industri, hingga strategi pemasaran karya kreatif. Kerja sama juga dapat dikembangkan melalui institusi pendidikan yang mempunyai program berkaitan dengan film, drama, musik, maupun kebudayaan populer Korea. Menurut Rico, industri kreatif memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian karena melibatkan banyak sektor pendukung dan membuka lapangan kerja baru. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu ekosistem kreatif Medan berkembang semakin profesional dan kompetitif.
Sektor kesehatan turut menjadi bagian penting dari pembicaraan antara Pemkot Medan dan delegasi Korea Selatan. Rico ingin mendorong Medan menjadi salah satu destinasi utama wisata medis atau medical tourism, terutama bagi masyarakat Sumatra dan kawasan sekitarnya. Pengembangan tersebut diperkuat dengan adanya kolaborasi dalam pengembangan RS Haji Medan bersama pihak Korea Selatan. Kerja sama diarahkan untuk menghadirkan layanan kesehatan unggulan dan terakreditasi, termasuk pusat layanan jantung, onkologi, serta pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Peningkatan kualitas layanan diharapkan dapat membuat masyarakat memperoleh pelayanan medis berkualitas tanpa harus bepergian terlalu jauh. Pada saat yang sama, pengembangan wisata medis berpotensi memberikan efek ekonomi terhadap sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan berbagai layanan pendukung lainnya.
Duta Besar Korea Selatan Yoon Soongu menyambut positif berbagai gagasan yang disampaikan Rico dalam pertemuan tersebut. Ia mengapresiasi perhatian Wali Kota Medan terhadap kebudayaan dan peluang pengembangan hubungan antara masyarakat kedua negara. Yoon melihat pendekatan yang dilakukan Pemkot Medan dapat menjadi modal untuk memperluas kerja sama yang selama ini telah terbentuk. Hubungan antardaerah dinilai mempunyai peran penting karena dapat menghadirkan kolaborasi yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Pertemuan tersebut juga membuka kesempatan untuk mengidentifikasi program yang dapat dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan potensi masing-masing pihak. Pemerintah Korea Selatan dan Pemkot Medan selanjutnya dapat mempertemukan lembaga, institusi pendidikan, maupun pelaku usaha yang mempunyai kepentingan serupa.
Yoon secara khusus mendorong agar hubungan kota kembar atau sister city antara Medan dan Gwangju dapat diperdalam. Kerja sama tersebut dinilai mempunyai ruang pengembangan yang luas, khususnya pada bidang ekonomi kreatif, pertukaran budaya, serta program pertukaran pelajar dan mahasiswa. Hubungan sister city dapat menjadi kerangka untuk membangun program yang lebih terstruktur dan berkelanjutan dibandingkan kerja sama yang hanya berlangsung dalam satu kegiatan. Pertukaran pelajar, misalnya, dapat memberikan pengalaman internasional sekaligus memperkenalkan kebudayaan masing-masing kota kepada generasi muda. Sementara pertukaran budaya dapat menjadi sarana promosi sekaligus memperkuat hubungan masyarakat antara Medan dan Gwangju. Pengembangan kerja sama tersebut diharapkan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat kedua kota.
Bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia juga mempunyai peluang besar untuk dikembangkan melalui hubungan tersebut. Medan memiliki berbagai perguruan tinggi dan komunitas generasi muda yang dapat menjadi mitra dalam program pertukaran pengetahuan. Kolaborasi dengan institusi pendidikan Korea Selatan dapat diarahkan pada pelatihan, penelitian, pertukaran mahasiswa, maupun pengembangan kemampuan yang dibutuhkan industri masa depan. Pengalaman Korea Selatan dalam membangun sektor teknologi dan ekonomi kreatif menjadi salah satu hal yang dapat dipelajari dan disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Sebaliknya, keberagaman budaya dan potensi ekonomi Medan juga dapat menjadi objek pembelajaran bagi mahasiswa maupun institusi dari Korea Selatan. Pendekatan tersebut membuat kerja sama tidak hanya berorientasi pada perdagangan, tetapi juga pembangunan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.
Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Bappeda Kota Medan Ferri Ichsan dan Kepala Bagian Kerja Sama Seri Inderahayu. Dari pihak Korea Selatan hadir antara lain Konsul Kehormatan Republik Korea Parlindungan Purba, perwakilan Kedutaan Besar Korea Selatan, serta jajaran EDCF Jakarta Representative Office dari The Export-Import Bank of Korea. Kehadiran berbagai unsur tersebut membuka ruang untuk menindaklanjuti gagasan kerja sama melalui mekanisme yang lebih teknis. Pembahasan berikutnya dapat diarahkan untuk menentukan sektor prioritas, mitra pelaksana, serta bentuk program yang realistis untuk dijalankan. Pemkot Medan juga perlu memastikan setiap kerja sama mempunyai target dan manfaat yang jelas sehingga dapat dievaluasi secara berkala. Dengan demikian, hubungan internasional yang dibangun dapat menjadi salah satu instrumen untuk mempercepat pembangunan kota.
Penjajakan kerja sama dengan Korea Selatan menjadi bagian dari upaya Pemkot Medan memperluas jaringan internasional sekaligus memanfaatkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki daerah. Ekspor kopi dapat memperluas pasar produk Sumatra, sedangkan kolaborasi industri kreatif membuka peluang transfer pengetahuan dan pengembangan talenta lokal. Di bidang kesehatan, kerja sama berpotensi mendukung ambisi Medan menjadi pusat wisata medis yang mampu melayani masyarakat dari berbagai wilayah. Hubungan sister city dengan Gwangju juga dapat menjadi jalur untuk memperkuat pertukaran budaya, pendidikan, dan sumber daya manusia. Tahapan berikutnya akan bergantung pada tindak lanjut kedua pihak dalam menerjemahkan berbagai gagasan tersebut menjadi program yang konkret. Jika dijalankan secara konsisten, kerja sama lintas sektor itu berpotensi memperkuat posisi Medan sebagai kota metropolitan yang semakin terbuka terhadap kolaborasi internasional.






