BRICS+, blok negara berkembang yang kini mencakup Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, serta anggota baru seperti Indonesia, Iran, Mesir, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab, semakin menegaskan posisinya sebagai kekuatan ekonomi alternatif terhadap dominasi Barat.
1. Ekspansi Signifikan: Separuh Populasi & GDP Global
Dengan masuknya Indonesia sebagai anggota penuh dan sembilan negara lain sebagai mitra (partner), BRICS+ kini mewakili sekitar 50% populasi dunia dan lebih dari 41% dari PDB (PPP) global—menyalip G7 dalam konstelasi ekonomi dunia. Middle East Council on Global AffairsThe Australian
2. Kemandirian Finansial: Pembayaran Lokal & Sistem Mandiri
Melalui platform BRICS Pay, blok ini memperkenalkan sistem pembayaran lintas batas menggunakan mata uang lokal, sebagai upaya nyata menurunkan dominasi dolar AS dan SWIFT dalam transaksi internasional. Wikipedia+1
Hal ini selaras dengan semakin meluasnya praktik de-dolarisasi—BRICS+ mulai menggunakan mata uang domestik dalam perdagangan dan menyusun mekanisme keuangan kotemporer sebagai kerangka mandiri. Wikipedia+1
3. Melawan Proteksionisme & Mendorong Solidaritas Global South
KTT BRICS 2025 di Rio de Janeiro menyuarakan penolakan terhadap bea masuk dari Barat dan mendesak perlawanan kolektif terhadap kebijakan unilateral—sebuah langkah politik-ekonomi solidaritas Global South. MR Online+7AP News+7The Australian+7
Seperti yang ditegaskan Presiden Lula, BRICS kini menjadi kekuatan baru di ranah diplomasi ekonomi global. The Wall Street Journal+5geopoliticaleconomy.com+5Wikipedia+5
4. Reformasi Arsitektur Ekonomi Internasional
Deklarasi di BRICS Summit 2025 menyerukan reformasi lembaga global seperti IMF dan Bank Dunia—termasuk peninjauan pembagian kuota kekuatan dan struktur kepemimpinan—demi menciptakan sistem keuangan internasional yang lebih adil bagi negara-negara berkembang. Stimson Centercarnegieendowment.org
5. Suara Global South: Modal Diplomasi Kolektif
Analisis dari Summit menyimpulkan bahwa pusat gravitasi ekonomi global kini bergeser ke Selatan. BRICS+ menawarkan platform baru untuk perundingan ekonomi multipolar—atau setidaknya model alternatif dalam tata kelola global. MR Online
Kesimpulan
BRICS+ semakin menegaskan dirinya sebagai alternatif nyata terhadap sistem ekonomi Barat dengan:
-
Representasi luas populasi dan ekonomi global.
-
Infrastruktur pembayaran dan perdagangan non-dolar.
-
Solidaritas aktif melawan proteksionisme.
-
Dorongan reformasi global dalam ekonomi dan keuangan.
Namun, tantangan internal dan koordinasi lintas negara tetap menjadi hambatan—mengingat keragaman politik dan ekonomi para anggotanya.