Perang Dagang AS–China Memanas: Sanksi Teknologi Diperluas dan Kontrol Ekspor Menguat

Perang Dagang AS-China Mereda, Beijing Tangguhkan Sejumlah Pembatasan

Hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China kembali memanas setelah AS memperluas sanksi teknologi serta memperketat kontrol ekspor, khususnya terhadap chip mutakhir dan peralatan AI. Langkah ini diambil di bawah pemerintahan Trump demi membendung kemajuan teknologi China yang dianggap memiliki implikasi militer dan intelijen.

📌 Perluasan Kebijakan Sanksi AS

  • Pada 25 Maret 2025, AS menambahkan enam anak perusahaan Inspur Group dan puluhan entitas Tiongkok lainnya ke daftar kontrol ekspor, termasuk perusahaan terkait superkomputer militer, membatasi akses mereka terhadap barang dan teknologi AS Reuters.

  • Pada akhir Mei 2025, perusahaan AS diperintahkan menghentikan pengiriman barang ke China tanpa izin dan banyak lisensi yang dicabut, menyasar perangkat inti dan kimia untuk desain chip Reuters.

  • Pemerintahan Trump juga merencanakan untuk memperluas kontrol chip AI, memperkuat langkah-langkah yang telah dibuat selama pemerintahan Biden sebelumnya ReutersReutersReuters.

🧠 Fokus Utama: AI dan Chip Canggih

  • Pembatasan ekspor mencakup AI chips canggih seperti Nvidia H20 dan AMD MI308, serta peralatan pembuatan chip dari AS dan Belanda. Nvidia dan AMD harus mencadangkan miliaran dolar karena dampak penjualan yang hilang ke China The Times+1arXiv+1.

  • Federal pemerintah juga memperluas kontrol atas software desain chip maupun alat produksi IC berteknologi lanjut, seperti FinFET, DRAM, dan NAND flash generasi terbaru Wikipedia+1Wikipedia+1.

⚠️ Kekhawatiran AS soal Dual-use & Keselamatan Data

  • AS menuduh perusahaan AI China seperti DeepSeek membantu militer dan intelijen Beijing, termasuk memanfaatkan jaringan shell di Asia Tenggara untuk memperoleh chip asing yang dilarang Reuters+6Reuters+6The Times+6.

  • MASA HIPOTESIS: Kontrol ini juga ditujukan untuk mencegah dual-use teknologi yang bisa dimanfaatkan dalam kemampuan militer dan pengawasan digital oleh pemerintah China.

🤝 China Balas dan Negosiasi Terganggu

  • China merespons dengan menerapkan tarif balasan hingga 34% terhadap produk AS dan melarang beberapa perusahaan masuk pasar domestik, termasuk menambahkan entitas AS ke dalam daftar perusahaan “tidak tepercaya” WikipediaWikipedia.

  • Negosiasi di Stockholm (akhir Juli 2025) berusaha memperpanjang gencatan tarif 90 hari yang berakhir 12 Agustus. Namun belum ada keputusan final karena menunggu persetujuan Trump dan China mempertahankan posisi tegas dalam isu energi, teknologi, dan kedaulatan nasional Financial Times+2Reuters+2Politico+2.

🌍 Dampak Global & Strategi Adaptasi

  • Dampak global semakin luas, dengan negara-negara ASEAN dan produsen relokasi, sebelumnya dipuja sebagai alternatif rantai pasokan “China plus one”, terdampak oleh tarif baru AS dan kebijakan antidumping terhadap negara Asia Tenggara Financial TimesFinancial Times.

  • IMF memperingatkan bahwa eskalasi tarif perdagangan telah menekan pertumbuhan global, meskipun proyeksi GDP 2025 sedikit naik menjadi ~3% berkat sebagian pembaruan kebijakan theguardian.com.


✅ Ringkasan

Aspek Penjelasan
Kebijakan AS Perluasan sanksi terhadap chip AI, kontrol ekspor teknologi tinggi
Respons China Tarif balasan, blacklist perusahaan AS, pembatasan lisensi dan ekspor rahasia
Isu utama Dual-use chip, AI militer, keamanan data dan teknologi sensitif
Dampak global Tekanan pada rantai pemasok regional, relokasi manufaktur, tekanan pertumbuhan
Prospek negosiasi Gencatan tarif diperpanjang; Trump & Xi dijadwalkan bertemu akhir 2025

📌 Kesimpulan

AS semakin memperluas sanksi dan batasan ekspor guna melindungi supremasi teknologi dan keamanan nasionalnya. China membalas dengan tarif balasan yang signifikan dan kontrol domestik. Perang dagang ini turut memicu ketegangan geopolitik dan memengaruhi rantai pasokan global, menunjukkan bahwa konflik teknologi saat ini bukan sekedar persaingan ekonomi, melainkan juga perebutan kekuatan strategis masa depan.

  • Related Posts

    “Inilah 10 Negara Paling Siap Sambut Gelombang Teknologi Global 2030”

    Laporan tahunan Global Tech Readiness Index (GTRI) 2025 mengungkap daftar negara yang dinilai paling siap menghadapi percepatan perubahan teknologi global. Penilaian ini mencakup infrastruktur digital, kualitas sumber daya manusia, dukungan…

    Menjaga Keanekaragaman Hayati di Indonesia: Upaya Konservasi di 2025

    🌿 1. Peluncuran IBSAP 2025–2045: Panduan Strategis Konservasi Nasional Pemerintah Indonesia meluncurkan Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia (IBSAP) 2025–2045, yang disusun secara kolaboratif oleh Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Lingkungan…

    You Missed

    Harus Bahagia – Yura Yunita: Lagu Optimisme dan Kekuatan

    Kali Kedua – Raisa: Cinta yang Hadir Kembali

    Persikabo 1973 Raih Kemenangan Dramatis Atas Persiraja Banda Aceh

    Arema FC Buktikan Ketangguhan Saat Menang Tipis Atas Persik Kediri

    Cinta Putih – Slank: Kesucian Cinta yang Tulus

    Hujan Gerimis Aje – Benyamin Sueb: Humor dan Kehidupan Rakyat Betawi