Jakarta, 5 Oktober 2026 – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI) membantu mendukung kemudahan proses rujukan pasien di Kabupaten Teluk Wondama melalui pelatihan Rekam Medis Elektronik (RME). Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam mengelola informasi pasien secara digital. Pemanfaatan RME diharapkan membuat data kesehatan lebih mudah digunakan ketika pasien membutuhkan pelayanan lanjutan.
Proses rujukan menjadi salah satu bagian penting dalam pelayanan kesehatan, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan lanjutan. Ketersediaan informasi medis yang lengkap dapat membantu tenaga kesehatan menentukan penanganan berikutnya. Digitalisasi rekam medis juga memungkinkan data pasien dikelola secara lebih sistematis.
Melalui pelatihan RME, tenaga kesehatan mendapatkan penguatan kemampuan dalam melakukan pencatatan dan pengelolaan informasi pasien. Data seperti riwayat pemeriksaan, tindakan medis, dan informasi pendukung lainnya dapat tersimpan dengan lebih terstruktur. Sistem tersebut diharapkan mengurangi hambatan administrasi ketika pasien harus mendapatkan rujukan.
Pemanfaatan rekam medis elektronik juga dapat membantu meningkatkan kesinambungan pelayanan kesehatan. Ketika informasi pasien tersedia secara jelas, fasilitas kesehatan penerima rujukan dapat memperoleh gambaran mengenai penanganan sebelumnya. Hal tersebut membantu tenaga medis mempersiapkan pelayanan lanjutan secara lebih efektif.
Selain aspek teknis penggunaan sistem, peningkatan literasi digital tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam penerapan RME. Pengelolaan data harus dilakukan secara akurat sekaligus memperhatikan keamanan dan kerahasiaan informasi pasien. Karena itu, pelatihan diperlukan agar teknologi tidak hanya tersedia, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara tepat dalam kegiatan pelayanan sehari-hari.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan tenaga kesehatan daerah dapat menjadi salah satu langkah mempercepat transformasi pelayanan kesehatan berbasis digital. Pendampingan memberikan ruang bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus menyesuaikan penggunaan teknologi dengan kebutuhan di lapangan. Upaya tersebut juga dapat membantu mengurangi kesenjangan pelayanan antara daerah dengan akses kesehatan yang berbeda.
Pelatihan RME oleh TEP UI di Teluk Wondama diharapkan memberikan dampak berkelanjutan terhadap proses rujukan dan pengelolaan data pasien. Digitalisasi yang diterapkan secara konsisten dapat membuat pelayanan menjadi lebih terintegrasi dan efisien. Pada akhirnya, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan pemanfaatan teknologi diharapkan semakin memudahkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan.





