Jakarta, 7 Mei 2026 – Ajang pencarian bakat dangdut D’Academy 8 kembali menggelar audisi offline yang kali ini berlangsung di Cirebon, Jawa Barat. Antusiasme peserta terlihat tinggi dengan hadirnya calon peserta dari berbagai daerah, mulai dari Brebes hingga sejumlah wilayah di Sumatra.
Sejak pagi hari, lokasi audisi dipadati peserta yang datang membawa harapan untuk menunjukkan kemampuan bernyanyi dangdut di hadapan tim juri dan mendapatkan kesempatan tampil di panggung nasional.
Banyak peserta rela menempuh perjalanan jauh demi mengikuti seleksi langsung tersebut. Sebagian bahkan datang bersama keluarga untuk memberikan dukungan dan semangat selama proses audisi berlangsung.
Panitia menyebut tingginya jumlah peserta menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap musik dangdut dan ajang pencarian bakat masih sangat besar di berbagai daerah Indonesia.
Peserta yang hadir berasal dari beragam latar belakang usia dan profesi, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga ibu rumah tangga yang memiliki mimpi meniti karier di dunia hiburan.
Beberapa peserta mengaku telah mempersiapkan diri sejak lama dengan latihan vokal dan mental agar dapat tampil maksimal di depan para juri.
Suasana audisi berlangsung penuh semangat dengan berbagai penampilan yang menghadirkan warna dan karakter berbeda khas musik dangdut Indonesia.
Selain kemampuan vokal, peserta juga dinilai dari penghayatan lagu, teknik bernyanyi, hingga kemampuan tampil di atas panggung.
Pengamat industri hiburan menilai ajang seperti D’Academy memiliki peran besar dalam membuka peluang bagi talenta-talenta daerah untuk dikenal lebih luas di tingkat nasional.
Banyak penyanyi dangdut populer tanah air diketahui memulai perjalanan karier mereka dari kompetisi pencarian bakat semacam ini.
Selain menjadi hiburan, program tersebut juga dianggap membantu menjaga popularitas musik dangdut sebagai salah satu genre musik yang memiliki akar budaya kuat di Indonesia.
Cirebon sendiri dipilih sebagai salah satu lokasi audisi karena dinilai memiliki basis pecinta dangdut yang besar dan berada di wilayah strategis yang mudah dijangkau peserta dari berbagai daerah.
Kehadiran peserta dari luar Jawa seperti Sumatra juga menunjukkan luasnya jangkauan dan daya tarik program tersebut di kalangan masyarakat.
Di lokasi audisi, suasana haru dan semangat terlihat ketika peserta menunggu giliran tampil sambil terus berlatih dan saling memberikan dukungan.
Beberapa peserta mengaku mengikuti audisi bukan hanya untuk mengejar popularitas, tetapi juga demi membantu keluarga dan membuktikan kemampuan mereka di dunia musik.
Panitia berharap proses seleksi dapat menemukan bakat-bakat baru dengan kualitas vokal dan karakter kuat yang mampu bersaing di industri hiburan tanah air.
Dengan tingginya antusiasme peserta dan dukungan masyarakat, audisi offline D’Academy 8 di Cirebon kembali membuktikan bahwa mimpi menjadi bintang dangdut masih hidup dan terus diperjuangkan oleh banyak talenta dari berbagai penjuru Indonesia.








